KPU Lebak Simulasi Pencoblosan Pemilu

Lebak, – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lebak, Banten, pada Kamis (4/4) menggelar simulasi pencoblosan pemilihan umum (pemilu) 2019 untuk memilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, DPR, DPR Provinsi, DPRD Kabupaten dan Dewan Perwakilan Daerah.

“Pelaksanaan simulasi pemilu dipusatkan di Desa Parungsari Kecamatan Sajira,” kata Lita Rosita, Komisioner KPU Kabupaten Lebak saat dihubungi di Lebak, Rabu.

Menurut Lita, kegiatan simulasi tersebut bertujuan untuk pemantapan agar masyarakat sebagai peserta pemilu tidak salah mencoblos pilihan sesuai hati nurani.

Kegiatan simulasi juga mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak golput pada pesta demokrasi. Sebab, perbuatan golput sangat merugikan karena mereka tidak bertanggung jawab untuk kemajuan bangsa. Selain itu juga golput bukan warga negara yang baik.

Karena itu, KPU mengajak masyarakat pada tanggal 17 April 2019 berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak politiknya.

Selain itu juga kegiatan simulasi untuk membangun pendidikan politik masyarakat agar tidak terjebak politik uang maupun kecurangan lainnya.

“Kita berharap pesta demokrasi itu menggembirakan dan bersikap jujur, adil tanpa kecurangan,” katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, kegiatan simulasi ini melibatkan masyarakat Desa Parungsari dan peserta akan diperagakan mulai mendapat panggilan formulir C dari panitia pemilu hingga pencoblosan surat suara.

Selanjutnya, simulasi ini dilakukan penghitungan suara oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) setempat.

Simulasi juga memberikan gambaran di mana saja yang memakan waktu lama pelaksanaan pemilu mulai petugas keamanan, pengisian formulir dan memasukkan surat suara ke dalam kotak.

“Semua peserta sebelum masuk ke kawasan TPS tentu dilakukan pemeriksaan oleh petugas keamanan,” ujarnya.

Dalam kegiatan simulasi pemilu itu akan dihadiri Bupati Lebak, pengurus partai politik, calon legislatif dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). (Ant)