PB PMII Luncurkan Lembaga Profesi Wirausahawan; Siap mempersiapkan Indonesia Emas 2045

Pemukulan gong oleh wakil ketua umu PB PMII

Jakarta – PB PMII melakukan peluncuran  lembaga dan diskusi publik pada Jumat, 19 November 2021 di Hotel Aston, Jakarta Selatan. Acara dibuka dengan peluncuran Lembaga Profesi Wirausahawan PB PMII yang dihadiri oleh M. Abdullah Syukri (Ketua Umum PB PMII), M. Rafsanjani (Sekretaris Jendral PB PMII), M. Syauqi Lumansyah (Direktur Lembaga Profesi Wirausahawan), Ramadhan (Sekretaris Lembaga Profesi Wirausahawan), serta keynote speech dari Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta).

Sekretaris Lembaga Profesi Wirausahawan sekaligus penanggung jawab acara, Ramadhan menuturkan bahwa lembaga ini lahir berlandaskan akan gagasan besar K.H Hasyim Asyari dan Mbah Wahab Asbullah terkait ekonomi yang disebut Nadhlatut Tujar.

Gagasan ini merupakan salah satu embrio Nadhlatul Ulama yang berupa kebangkitan para pedagang dan ekonomi. Konsep ini sudah digaungkan oleh KH. Hasyim Asyari pada tahun 1918 di Surabaya dengan membuat Syirkatul Inan (koperasi Al-Inan). Semangat ini sudah selayaknya terus dijaga dan dipantik untuk membangkitkan ekonomi umat baik di PMII maupun di Nadhatul Ulama.”

Ramadhan menambahkan, jika Budiman Sudjatmiko memiliki Bukit Algoritma, maka lembaga profesi wirausahawan PB PMII akan membuat Bumi Al-Harokah, badan usaha milik PMII. Hal ini merupakan manifestasti pemikiran dan pergerakan di bidang ekonomi. Diharapkan, nantinya badan usaha ini dapat menjadi embrio baru dari kebangkitan ekonomi mengingat PMII memiliki banyak potensi dari segi massa maupun kualitas kader.

Syauqi Luqmansyah, Direktur Lembaga Profesi Kewirausahaan PB PMII, menjelaskan bahwa peluncuran badan usaha ini juga didasarkan pada tajuk kepengurusan yang disampaikan Ketua Umum PB PMII Abdullah Syukri yakni PB PMII harus dapat melakukan banyak transformasi. Maka, Lembaga Profesional Wirusahawan melakukan transformasi di lingkup SDM khususnya bagi para pegiat interpreunerdi PMII. Badan Usaha Bumi Al-Harokah diharapkan dapat menjadi “kapal” bagi para milllenial untuk bertahan di “lautan” dunia kewirausahawan.

Pada sambutannya, Ketua Umum PB PMII yang kerap disapa Abe, berharap lembaga dan badan usaha ini dapat menjadi sebuah gebrakan baru bagi PMII untuk menyeimbangkan gerakan PMII tidak hanya pada isu ormas dan politik namun juga pada gerakan-gerakan ekonomi.

“Kami, di PB PMII membentuk setidaknya 1 bidang dan 5 lembaga yang fokus menggerakkan isu-isu perekonomian dan menggerakkan kredibilitas sahabat-sahabat dalam bidang ekonomi. Harapannya, hal ini akan menjadi suatu arus baru yang kemudian dapat digerakkan secara massif dari pengurus besar hingga kemudian diterjemahkan ke cabang, komisariat, hingga ke rayon. Harapannya, di tahun 2022 hingga 2024 nanti banyak kerja-kerja produktif yang dapat dilakukan tanpa melupakan nalar kritis sebagai seorang aktivis yang memiliki tanggung jawab kebangsaan dan keagamaan.”

Terakhir, sebagai pengantar pada prosesi pembukaan, Sekretaris Jendral PB PMII, M. Rafsanjani menekankan bahwa semangat Nahdlatut Tujjar sangat penting dan relevan untuk digaungkan kembali untuk menginjeksi para pemuda dan aktivis untuk menyongsong Indonesia emas 2045.

“Semangat Nahdlatut Tujjar ini sangat penting untuk digaungkan kembali untuk menginjeksi para anak muda bangsa Indonesia untuk mempersiapkan Indonesia Emas 2045 khususnya pada salah satu poin yang dirumuskan Bappenas yaitu pembangunan kapasitas sumber daya manusia dan juga keberlanjutan pembangunan ekonomi selain pemerataan. Kedepannya, saya berharap kedepannya direktur serta sekertaris lembaga ini dapat menyumbang apa yang menjadi persiapan generasi emas yang sama-sama kita dambakan di 2045. Untuk mencapai tujuan ini, kita harus bergandengan tangan dan berkolaborasi, tidak hanya dari unsur NU maupun PMII namun juga bersama sahabat-sahabat dari HMI, GMNI, PMKRI, LMND dan lain sebagainya. Juga, yang tak kalah penting dari pemerintah dan unsur swasta.”

Peresmian peluncuran Lembaga Profesi Kewirausahawan PB PMII dilakukan dengan pemukulan Gong yang dilakukan oleh Sekretaris Jendral PB PMII, Rafsanjani.