Gebyar Festival Sastra Ala Daring

Ilustrasi: HMPS PBSI UIN Jakarta

Dewasa ini pergerakan online semakin digencarkan dan perkembangan mengikuti arusnya, hampir semua kegiatan beralih dari tatap muka ke dalam jaringan/daring. Lantas bagaimana jika sebuah festival yang kita kenal sebagai acara megah diubah menjadi dalam jaringan? HMPS PBSI UIN Jakarta punya solusinya.

Adanya virus Covid-19 pun membuat pemanfaatan arus teknologi dan informasi saat ini semakin gencar dilakukan demi mempertahankan ekosistem kehidupan. Berbicara mengenai kehidupan, sastra merupakan hal yang tidak pernah terlepas darikehidupan manusia. Sastra berperan sebagai komponen kebudayaan yang perlu dikuatkan untuk merekonstruksi karakter positif yang dimiliki oleh masyarakat, terlebih generasi-generasi muda yang mendukungnya.

Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, yang lebih berperan aktif mengkaji sastra memiliki peluang besar berupa kontribusi untuk mengembangkan dan menanamkan cinta sastra pada masyarakat.

Oleh karena itu, Departemen Bahasa dan Sastra, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengadakan Festival Sastra (Festra) dalam rangka menyambut Hari Sastra Nasional dengan tema Gelora Cinta Sastra Anak Bangsa. Festra ini diselenggarakan guna meningkatkan bakat dan potensi kemampuan intelektual mahasiswa mengenai bahasa dan sastra Indonesia.

Acara Festa diselenggarakan pada tanggal 3-19 Juli 2021 dan dibuka untuk seluruh mahasiswa di Indonesia dan dilangsungkan dalam jaringan sosial media melalui aplikasi instagram. Untuk penjurian dilakukan pada tanggal 20-24 Juli 2021, sedangkan pengumuman dilakukan pada tanggal 25 Juli bertepatan dengan webinar.

Untuk info lebih lanjut, bisa menghubungi oficial akun Instagram HMPS PBSI UIN Jakarta @hmpbsi_uinjkt dan Facebook @Pend Bahasa dan Sasin. Tautan pendaftaran bisa dibuka pada link https://linktr.ee/festra2021.

Dalam Festra, HMPS PBSI menyelenggarakan berbagai macam lomba, di antaranya lomba membaca puisi dan lomba mendongeng dengan tema bebas, lomba siniar atau podcast dengan tema Bincang-bincang Sastra, dan lomba menulis cerpen dengan tema Bebas, serta diakhiri dengan webinar dengan tema “Perkembangan Sastra di Ruang Digital; Positif atau Negatif?”. [dey]