Pengamat Pendidikan: Guru Honorer Mirip Seperti Buruh Pabrik

Sumber: Twiter @darmaningtyas

Aliansi Guru Honorer Muda dalam diskusinya bersama pengamat pendidikan, Darmaningtyas, membahas isu terkait CPNS yang diganti PPPK untuk guru honorer.

Diskusi yang diadakan secara daring (09/01/21) ini diikuti oleh guru honorer se-Indonesia. Isu PPPK membuat guru honorer antusias apalagi dihadiri langsung oleh pengamat pendidikan.

Darmaningtyas mengatakan bahwa guru seharusnya tidak dikontrak dengan batas minimal satu tahun.

“Mestinya kalau mau fair kontraknya dengan usia. Misalnya kontrak sampai umur 60 tahun tapi dengan evaluasi. Meskipun di tengah bisa diberhentikan kalau performanya jelek,” ungkap penulis buku Pendidikan yang Memiskinkan.

Salah satu peserta, Pak Ilmi, guru honorer Jakarta mengajukan pertanyaan, “Berarti dengan peraturan tersebut sama saja guru dengan buruh pabrik, dong?”

Darmaningtyas menjawab dengan tegas bahwa guru memang dikontrak layaknya buruh.

“Guru, mirip seperti buruh pabrik dikontrak minimal setahun. Di pabrik, yang tau lanjut apa tidak, ya pemiliknya. Di sini yang tau nasib guru ya kepala sekolah sama mungkin dinas”,  tambah lelaki asal Gunung Kidul tersebut. [dk/dey]